Sabun adalah suatu gliserida (umumnya C16
dan C18 atau karboksilat suku rendah) yang merupakan hasil reaksi
antara ester (suatu derivat asam alkanoat yaitu reaksi antara asam
karboksilat dengan alkanol yang merupakan senyawa aromatik dan bermuatan netral) dengan hidroksil dengan residu
gliserol (1.2.3 – propanatriol). Apabila gliserol bereaksi
dengan asam – asam yang jenuh (suatu olefin atau polyunsaturat) maka akan terbentuk lipida (trigliserida atau
triasilgliserol).
Sabun ditemukan oleh orang Mesir kuno (egyptian) beberapa ribu tahun yang lalu. Pembuatan sabun
oleh suku bangsa Jerman dilaporkan oleh Julius Caesar. Teknik pembuatan sabun
dilupakan orang dalam Zaman Kegelapan (Dark Ages), namun ditemukan kembali selama Renaissance.
Penggunaan sabun meluas pada abad ke – 18.
Gliserida (lelehan lemak sapi atau lipida lain) dididihkan bersama – sama dengan larutan lindi (dulu digunakan abu kayu
karena mengandung K-karbonat tapi sekarang NaOH) terjadi hidrolisis menjadi gliserol dan garam
Sodium dari asam lemak, setelah sabun terbentuk kedalamnya ditambahkan NaCl
agar sabun mengendap dan dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Gliserol,
lindi dan NaCl berlebih dipisahkan dengan cara destilasi. Sabun yang masih
kotor dimurnikan dengan cara pengendapan berulang – ulang (represipitasi). Akhirnya ditambahkan zat aditif (batu apung, parfum dan zat
pewarna).
Jenis – jenis
Sabun :
1. Sabun keras atau sabun cuci.
Dibuat dari lemak dengan NaOH, misalnya Na –
Palmitat dan Na – Stearat.
2. Sabun lunak atau sabun mandi.
Sabun mandi merupakan garam logam
alkali (Na) dengan asam lemak dan minyak dari bahan alam yang disebut
trigliserida. Lemak dan minyak mempunyai dua jenis ikatan, yaitu ikatan jenuh
dan ikatan tak jenuh dengan atom karbon 8-12 yang diberikatan ester dengan
gliserin. Secara umum, reaksi
antara kaustik dengan gliserol menghasilkan gliserol dan sabun yang disebut
dengan saponifikasi.
Sabun lunak dibuat dari lemak dengan KOH,
misalnya K-Palmitat dan K-Stearat. Sabun mandi merupakan garam logam alkali (biasanya
disebut garam natrium) dari asam lemak. Sabun yang telah berkembang sejak zaman
Mesir kuno berfungsi sebagai alat pembersih.
Sabun termasuk salah satu jenis
surfaktan yang terbuat dari minyak atau lemak alami. Surfaktan yakni senyawa yang dapat menurunkan tegangan
permukaan air. Surfaktan mempunyai
struktur bipolar. Bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian ekor bersifat
hidrofobik. Karena sifat inilah sabun mampu mengangkat kotoran (biasanya lemak)
dari badan dan pakaian. Selain itu, pada larutan, surfaktan akan menggerombol
membentuk misel setelah melewati konsentrasi tertentu yang disebut Konsentrasi
Kritik Misel (KKM) .
Suatu molekul sabun mengandung suatu rantai
hidrokarbon panjang plus ujung ion. Bagian hidrokarbon dari molekul itu bersifat
hidrofobik dan larut dalam zat – zata non polar, sedangkan ujung ion bersifat
hidrofilik dan larut dalam air. Karena adanya rantai hidrokarbon, sebuah
molekul sabun secara keseluruhan tidaklah benar – benar larut dalam air. Namun
sabun mudah tersuspensi dalam air karena membentuk misel (micelles), yakni
kumpulan (50 – 150) molekul sabun yang rantai hidrokarbonnya mengelompok dengan
ujung – ujung ionnya menghadap ke air.
SURFAKTAN
SURFAKTAN PADA SABUN
JENIS
SURFAKTAN
1.
Surfaktan anionik, surfaktan yang bagian
alkilnya terikat suatu anion. Contohnya garam alkana sulfonat, garam olefin sulfonat
2.
Surfaktan kationik, surfaktan yang bagian
alkilnya terikat suatu kation. Contohnya garam alkil
trimethil amonium, garam dialkil-dimethil
amonium, garam alkil
dimethil benzil amonium.
3.
Surfaktan nonionik, surfaktan yang bagian
alkilnya tidak bermuatan. Contohnya ester gliserin, ester sorbitan, ester sukrosa,
polietilena
alkil amina, glukamina,
alkil poliglukosida, mono alkanol amina, dialkanol amina dan alkil amina oksida.
4.
Surfaktan amfoter, surfaktan yang bagian
alkilnya mempunyai muatan positif dan negatif. Contohnya asam amino,
betain, fosfobetain.
Permasalahannya
:
Sabun
termasuk kedalam kelas umum senyawa yang disebut surfaktan. Yakni senyawa yang
dapat menurunkan tegagan permukaan air. Bagaimana cara surfaktan dapat
menurunkan tegangan permukaan air pada sabun ?