Rabu, 02 Juli 2014

UAS KIMIA ORGANIK 2


NAMA : MEYLANI DITA RAKHMAWATI
NIM    : A1C112036

UAS KIMIA ORGANIK II

SOAL
1.     JELASKAN KEMUNGKINAN TERBENTUKNYA IKATAN RANGKAP TIGA PADA LEMAK ATAU MINYAK TAK JENUH!
2.     JELASKAN PROSES PENCUCIAN SURFAKTAN YANG DILARUTKAN DENGAN PELARUT ORGANIC BEBAS AIR!
3.     BAGAIMANA CARA KERJA INDRA PENGECAP SEHINGGA MENIMBULKAN CITA RASA MANIS (CONTOHNYA FRUKTOSA)?
4.     JELASKAN HUBUNGAN HORMON OKSITOSIN DENGAN DENGAN GELOMBANG Α DAN Θ YANG DIKELUARKAN OLEH OTAK!
5.     PADA KARBOHIDRAT MENGANDUNG GUGUS FUNGSI OH YANG SANGAT BANYAK, PADA SAKARIDA ADA 2 GUGUS. JELASKAN BAGAIMANA SIFAT BASA DITIMBULKAN ATAU DIHASILKAN GUGUS OH PADA SAKARIDA!


PENYELESAIAN

1.    JELASKAN KEMUNGKINAN TERBENTUKNYA IKATAN RANGKAP TIGA PADA LEMAK ATAU MINYAK TAK JENUH!
JAWABAN :

Minyak tak jenuh atau asam lemak tak jenuh ini memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom – atom karbon penyusunnya. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.

 
Menurut pendapat saya ikatan rangkap tiga pada lemak tak jenuh dapat terbentuk apabila lemak tak jenuh ini mengalami reaksi halogenasi dan kemudian dilanjutkan dengan reaksi dehidrogenasi. Adapun penjelasan dari reaksi halogenasi yaitu proses pemasukan halogen ke dalam senyawa organic baik secara adisi (penambahan) serta secara subtitusi (penggantian). Halogenasi merupakan reaksi yang terjadi antara ikatan karbon-karbon rangkap (C=C) pada senyawa-senyawa alkena seperti etena dengan unsur-unsur halogen seperti klorin, bromin dan iodin. Pada kata halogenasi ini di penggal dari kata halogen yang merupakan golongan unsure yang sangat aktif pada golongan VIII A yaitu terdiri dari : flourin , bromine , iodine , klorin , astatine. Kemudian untuk reaksi dehidrogenasi merupakan reaksi balik atau pelepasan hidrogen dari sebuah molekul. Reaksi dehidrogenasi ini adalah tahap kedua dari reaksi halogenasi.  Kedua reaksi ini lah yang dapat membentuk ikatan rangkap 2 asam lemak tak jenuh menjadi rangkap 3.

Reaksinya sebagai berikut :


Pada reaksi pembentukan ikatan rangkap 2 asam lemak tak jenuh menjadi rangkap 3 mengguanak asam oleat (oleic acid) yang di reaksikan tahap pertama dengan menggunakan reaksi halogenasi.
Dengan reaksi sebagai berikut :
 

Pada reaksi halogenasi di atas asam oleic (acid oleic) direaksikan dengan senyawa halogen yaitu Br2. Dimana pada ikatan Br2 (Br – Br ) akan menyerang atom C. Atom C ini diserang oleh Br ,karena pada Br ini bersifat lebih  nukleofilik dengan demikian atom H akan tergantikan (mengalami reaksi subtitusi). Setelah atom H ini terlepas dari atom C yang berada di sebelah kanan , atom H langsung berikatan dengan Br yang berada di sebelah kiri dengan bermuatan (+)  yaitu Br(δ+)  seperti yang di jelaskan gambar diatas kemudian menghasilkan HBr yang berikatan pada ikatan rangkap pada asam lemak tak jenuh  yang berikatan pada ikatan rangkap pada asam lemak tak jenuh (asam oleic).

Reaksi selanjutnya atau tahap kedua yaitu reaksi dehidrogenasi.  Reaksi dehidrogenasi merupakan reaksi balik atau pelepasan hidrogen dari sebuah molekul.


Pada reaksi diatas dapat di lihat tahap lanjutan dari reaksi sebelumnya. Asam lemak tak jenuh di reaksi kan dengan NaOH. Dapat di lihat juga NaOH terbagi menjadi Na+ dan OH -. Pada ion OH- bersifat basa , sehingga menarik ion H+ dan membentuk 1 molekul H2O. Sedangkan pada atom  C elektronya menstabilkan dirinya dengan cara elektronya berpindah sehingga menghasilkan Br- yang berikatan dengan atom C terputus dan gugus Br- nya berikatan dengan Na+ dengan membentuk garam yaitu NaBr dengan begitu maka terjadilah ikatan rangkap 3 pada antar atom karbon yang awalnya berikatan 2. Dapat di lihat lebih jelas pada gambar di atas.


2.    JELASKAN BAGAIMANA PROSES PENCUCIAN DENGAN PELARUT ORGANIK BEBAS AIR!
JAWABAN :
Sabun adalah suatu gliserida (umumnya C16 dan C18 atau karboksilat suku rendah) yang merupakan hasil reaksi antara ester (suatu derivat asam alkanoat yaitu reaksi antara asam karboksilat dengan alkanol yang merupakan senyawa aromatik dan bermuatan netral) dengan hidroksil dengan residu gliserol (1.2.3 – propanatriol). Sabun termasuk salah satu jenis surfaktan yang terbuat dari minyak atau lemak alami. Yakni senyawa yang dapat menurunkan tegangan permukaan air. Surfaktan mempunyai struktur bipolar. Bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian ekor bersifat hidrofobik. Karena sifat inilah sabun mampu mengangkat kotoran (biasanya lemak) dari badan dan pakaian. Selain itu, pada larutan, surfaktan akan menggerombol membentuk misel setelah melewati konsentrasi tertentu yang disebut Konsentrasi Kritik Misel (KKM) .
Gambar Surfaktan
 
Gambar surfaktan sabun
 
 
Mekanisme proses pencucian dengan sabun, Sabun membersihkan dengan memodifikasi tegangan permukaan air dan emulgator dan suspensi kotoran. Ketika dibilas, 2 ujung dari sabun yang memiliki polaritas berbeda dimana rantai karbon panjang nonpolar yaitu hidrofobik, sedangkan garam karboksilationik yaitu hidrofilik (polar). Ketika sabun digunakan membersihkan lemak atau kotoran, ujung nonpolar dari sabunakan melarutkan lemak non polardan minyak yang bersama kotoran. Ujung sabun yang hidrofilik dari molekul sabun yang panjangnya dimana mereka dapat larut dalam air. Molekul sabun melapisi minyak atau lemak,membentuk gerombolan/gugus yang disebut misel.
Gambar Misel
Keterangan :
Gambar (a) = ujung hidrofobik melarutkan lemak (non polar)
Gambar (b) = ujung hidrofilik larut dalam air (polar)

                  Karena air bersifat polar dan terdapat ion H+ dan OH. Mernurut pendapat saya pelarut yang dapat menggatikan air sebagai pelarut saat proses pencucian adalah pelarut organic. Pelarut organiknya dapat dicontohkan yaitu aseton (CH3COCH3) . Dapat digunakan karena polaritas aseton yang menengah, aseton melarutkan berbagai macam senyawa dan juga asam format (H-CO-OH) yang memiliki kepolaran hampir mirip serta strukturnya dengan air dan sifatnya menyerupai air. Sehingga kedua senyawa ini dapat berinteraksi dengan sabun dan membawa kotoran yang mengandung sifat polar.

3.    BAGAIMANA CARA BEKERJA INDRA PENGECAP SEHINGGA MENIMBULKAN CITA RASA MANIS CONTOH FRUKTOSA!
JAWABAN :
Indra pengecap merupakan salah satu fungsi dari lidah. Lidah terdiri dari beberapa bagian dapat dilihat pada gambar berikut :
 
Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila. Terdapat tiga jenis papila yaitu:
·     Papila filiformis (fili=benang); berbentuk seperti benang halus dan berada di dorsum linguae
·     Papila sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk bulat, tersusun seperti huruf v di belakang lidah;
·     Papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti jamur. Berada di depan lidah (apex linguae
Pada gambar di atas dapat dilihat pada bagian ujung lidah berfungsi sebagai pengecap rasa manis. Bagian belakang bertugas mengenali rasa asin. Sedangkan, bagian pinggir dan bawah lidah berfungsi mengenali rasa asam dan pahit. Keempat rasa itu muncul karena adanya kandungan bahan kimia dalam minuman dan makanan yang kita makan atau masuk melalui rongga mulut. Agar dapat dirasakan, zat kimia ini harus dalam bentuk cair. Makanan yang kering kurang dapat dikenali rasanya dan baru dapat dirasakan jika makanan kering tersebut sudah bercampur dengan ludah. Jadi, jika mengulum permen, maka ujung lidahlah yang bekerja. Sedangkan, jika memakan cuka , rasa itu akan dikenali oleh bagian belakang lidah. Rasa jeruk yang masam akan dikenali oleh bagian pinggir dan rasa obat akan dikenali oleh bagian bawah lidah.
 

Fruktosa merupakan salah satu komponen penyusun sukrosa. Fruktosa susunan paling sederhana dalam karbohidrat. Sejenis gula yang terdapat pada madu dan buah-buahan. Fruktosa adalah bentuk isomer glukosa. Fruktosa mempunyai rumus kimia yang sama dengan glukosa, CH2O, namun memiliki struktur yang berbeda. Susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis. Di dalam tubuh, fruktosa meupakan hasil pemecahan dari sukrosa.

Cara Kerja Lidah Menimbulkan Rasa Manis Dari Fruktosa

Fruktosa merupakan glukosa juga dan bersifat manis (gula buah) maka akan terikat oleh G protein–coupled receptors (GPCRs), yang disebut T1R (Reseptor manis) dan selanjutnya protein G akan  mentranduksi sinyal menuju IP3 dengan begitu akan meningkatkan ion Ca2+. Peningkatan kandungan ion Ca2+  intraseluler menyebabkan terjadinya dua hal dalam sel-sel pengecap. Pertama yaitu pembukaan kanal kation selektif pengecapan (TPRM5) di membran plasma. Kedua yaitu pembukaan gap junction hemichannel. Pada saat kanal ion TPRM5 ini terbuka. Ion Na+ yang berada di luar sel, konsentrasinya lebih tinggi dibanding intraseluler akan berdifusi masuk melalui kanal ion TPRM5 tersebut. Hal ini menyebabkan terjadinya depolarisasi tegangan potensial membran sel. Depolarisasi tersebut dengan adanya peningkatan kadar ion Ca2+ intraseluler menyebabkan terbukanya gap junction hemichannel. Terbukanya hemichannel tersebut menyebabkan berbagai molekul seperti ATP , transmitter taste bud dan molekul-molekul lain terdifusi keluar sel.
Aktivasi TPRM5 dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan temperatur. Pada temperatur yang lebih tinggi, meningkatnya aktivitas TPRM5 dapat pula meningkatkan intensitas rasa manis yang dapat dikecap oleh lidah dan jumlah fruktosa yang diikat akan menjadi lebih banyak dengan demikian akan menghasilkan rasa manis.


4.    JELASKAN HUBUNGAN HORMON OKSITOSIN DENGAN SINYAL GELOMBANG ALPA DAN TETA YG DI KELUARKAN OLEH OTAK!
JAWABAN :

·        Hormon Oksitosin diproduksi di hipotalamus, jauh di dalam otak kita, dan disimpan di hipofisis posterior, sang kelenjar utama, dan akan disekresikan secara pulsatil. Oksitosin disekresi dalam jumlah besar saat hamil, berfungsi untuk meningkatkan penyerapan nutrisi, mengurangi stres, dan menghemat energi dengan membuat ibu hamil lebih mudah  mengantuk.  Oksitosin juga menyebabkan rahim berkontraksi berirama. Kadar hormon oksitosin mencapai puncaknya saat persalinan dengan adanya stimulasi dari reseptor vagina akibat adanya peregangan saat bayi melewati vagina. Setelah plasenta dilahirkan, kadar hormon ini menurun secara bertahap. Karena fungsi oksitosin dalam persalinan itu sendiri antara lain:
- Merangsang dan Meningkatkan kontraksi
- Mencegah perdarahan
- Meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayinya
·        Gelombang alfa memiliki frekuensi gelombang yang lebih lambat dibandingkan beta, yaitu 8-12 Hz. Pada kondisi alfa berarti seseorang berada pada kondisi santai atau rileks. Pada kondisi ini pula seseorang bisa lebih dapat merasakan sensasi dengan lima indera dan apa yang terjadi atau dilihat dalam pikirannya. Kondisi alfa ini dikenal juga sebagai “gerbang” bawah sadar. Karena ia menjadi penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar. Gelombang alfa biasa juga dihasilkan ketika seseorang bermeditasi ringan.
·        Gelombang theta mempunyai frekuensi gelombang sebesar 4-8 Hz. Gelombang ini dihasilkan oleh pikiran bawah sadar. Gelombang theta muncul ketika seseorang dalam keadaan tidur ringan atau sangat mengantuk. Gelombang theta ini juga diduga berhubungan dengan mekanisme pelepasan stres dan proses mengingat kembali. Dalam keadaan ini diibaratkan otak sedang mereplay semua aktivitas yang dilakukan seharian penuh, menata ulang ingatan sekaligus menempatkannya ke gudang penyimpanan. Karena itulah dikatakan bahwa tidur adalah satu langkah penting yang dianjurkan sebagai rangkaian proses mengingat yang lebih baik.

Hubungan Hormone Oksitosin  Dengan Gelombang Alpha Dan Teta Di Otak
Menurut saya hubungannya di tinjau dulu dari hormone oksitosin,  Hormone ini akan mengantarkan pesan / sinyal ke otak melalui Neurotransmiter. Dimana Neurotransmiter adalah senyawa organik endogenus membawa sinyal di antara neuron. Neurotransmiter terbungkus oleh vesikel sinapsis, sebelum dilepaskan bertepatan dengan datangnya potensial aksi. Sehingga  neuron pada otak berinteraksi menghasilkan gelombang listrik yang berupa gelombang otak alfa dan gelombang otak theta.
Dapat di contohkan hubungannya pada saat seorang ibu sudah melahirkan dan sebelum melahirkan pasti akan mengalami rasa cemas dan stres yang begitu tinggi, untuk menghilangkan rasa cemas dan strees tersebut dengan menggunakan fungsi hormon oksitosin. Bahwa fungsi hormone oksitosin yaitu sebagai neurotrasnmiter. Bagian yang menghubungkan satu neuron(sel saraf) dengan neuron yang lain disebut sinapsis. Sinapsis ini terdiri dari 2 bagian, yaitu presinapsis dan post sinapsis. Neurotransmitter adalah suatu zat kimia yang dilepaskan oleh bagian presinaps ke bagian post sinaps untuk menghantarkan impuls dari satu neuron (sel saraf) ke neuron yang lain. Neurotransmitter berhubungan dengan alpha dan tetha sehingga oksitosin berhubungan dengan alpha dan tetha. Neurotransmitter membawa membawa gelombang alpha dan tetha dimana fungsi dari alpha yaitu agar ketika proses persalinan tetap merasakan sehat dan segar sehingga ibu yang melahirkan akan tetap baik sedangkan tetha memiliki fungsi agar seorang ibu yang melahirkan mengalami mimpi secara sadar.

5.    JELASKAN BAGAIMAN SIFAT BASA DAPAT DI HASILKAN GUGUS OH PADA SAKARIDA! KAITKAN DENGAN KONSEP ASAM BASA!
JAWABAN :
Karbohidrat atau sakarida merupakan salah satu dari tiga bahan makanan pokok manusia dan hewan disamping lemak dan protein. Karbohidrat terdapat dalam jumlah cukup besar didalam tumbuh-tumbuhan, terutama pada bagian-bagian yang keras seperti biji, ubi, dan kulit.
Dalam tubuh manusia dan hewan, senyawa ini merupakan cabang energi dan tersimpan didalam sel sebagai glikogen.  Karbohidrat sebenarnya bukan nama umum senyawa kimia yang secara kimia berupa bentuk hidrat dari karbon dan secara empiris mempunyai rumus Cn(H2O)n. Termasuk dalam kelompok senyawa ini misalnya glukosa  C6H12O6 dan sukrosa C11H22O11. Dan dari rumus yang tertera Pada senyawa ini terdapat gugus fungsi yaitu gugus OH, gugus aldehid atau gugus keton.

Berdasarkan litelatur sakarida atau karbohidrat bisa dihasilkan sifat basa pada gugus OH karena menurut teori asam basa modern oleh arhenius. Arheniuns mengatakan bahwa dari karakterik Basa adalah zat yang apabila dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion OH-. Akibat kelebihan ion OH- maka air yang sudah ditambahkan zat basa disebut sebagai larutan basa.

Pada gambar dibawah ini dapat kita lihat struktur karbohidrat yang memiliki gugus OH :

Dapat dilihat dari gambar bahwa karbohidrat ( digambar ini glukosa) memiliki gugus OH yang banyak sehingga dapat dikatakan dapat bersifat basa.

Dapat di contohkan : Pada saat seseorang penderita maag dianjurkan memakan makanan yang berkarbohidrat. Ini di karekan karbohidrat memiliki sifat basa yaitu mampu menetralkan asam pada lambung.

 

Pada reaksi di atas Fruktosa memiliki OH- yang bersifat basa dan menarik H+ pada glukosa, bisa kita lihat pada C yang pertama. Dan apabila glukosa dan fruktosa ini bergabung akan membentuk sukrosa + air. Kita dapat melihat bahwa sifat basa pada salah satu jenis dari karbohidrat yaitu sukrosa terdapat pada kandungan fruktosa di dalamnya. Fruktosa tersebut memiliki gugus OH- yang bersifat basa dan dapat menarik asam (gugus H+ ) pada glukosa. Reaksi ini biasa ditemukan pada teori bronsted lowry dimana ketika sebuah senyawa yang berperilaku seperti asam mendonorkan proton, haruslah terdapat basa yang menerima proton tersebut. Basa konjugat adalah ion atau molekul yang dihasilkan setelah asam kehilangan protonnya, sedangkan asam konjugat adalah spesi yang dihasilkan ketika basa menerima proton. Reaksi ini bersifat reversibel dan dapat berjalan terbalik maupun ke depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar