NAMA : MEYLANI DITA RAKHMAWATI
NIM : A1C112036
UAS KIMIA ORGANIK II
SOAL
1. JELASKAN
KEMUNGKINAN TERBENTUKNYA IKATAN RANGKAP TIGA PADA LEMAK ATAU MINYAK TAK JENUH!
2. JELASKAN
PROSES PENCUCIAN SURFAKTAN YANG DILARUTKAN DENGAN PELARUT ORGANIC BEBAS AIR!
3. BAGAIMANA
CARA KERJA INDRA PENGECAP SEHINGGA MENIMBULKAN CITA RASA MANIS (CONTOHNYA
FRUKTOSA)?
4. JELASKAN
HUBUNGAN HORMON OKSITOSIN DENGAN DENGAN GELOMBANG Α
DAN Θ
YANG DIKELUARKAN OLEH OTAK!
5. PADA
KARBOHIDRAT MENGANDUNG GUGUS FUNGSI OH YANG SANGAT BANYAK, PADA SAKARIDA ADA 2
GUGUS. JELASKAN
BAGAIMANA SIFAT BASA DITIMBULKAN ATAU DIHASILKAN GUGUS OH PADA SAKARIDA!
PENYELESAIAN
1. JELASKAN
KEMUNGKINAN TERBENTUKNYA IKATAN RANGKAP TIGA PADA LEMAK ATAU MINYAK TAK JENUH!
JAWABAN :
Minyak tak jenuh atau asam lemak tak jenuh
ini memiliki paling sedikit satu ikatan ganda
di antara atom – atom karbon penyusunnya. Ikatan ganda pada asam lemak tak
jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu, dikenal
istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.
Menurut pendapat saya ikatan rangkap tiga
pada lemak tak jenuh dapat terbentuk apabila lemak tak jenuh ini
mengalami reaksi halogenasi
dan kemudian dilanjutkan dengan reaksi
dehidrogenasi. Adapun penjelasan dari reaksi halogenasi yaitu proses pemasukan halogen ke dalam
senyawa organic baik secara adisi (penambahan) serta secara subtitusi
(penggantian). Halogenasi merupakan reaksi yang terjadi antara ikatan
karbon-karbon rangkap (C=C) pada senyawa-senyawa alkena seperti etena dengan
unsur-unsur halogen seperti klorin, bromin dan iodin. Pada kata halogenasi ini
di penggal dari kata halogen yang merupakan golongan unsure yang sangat aktif
pada golongan VIII A yaitu terdiri dari : flourin , bromine , iodine , klorin ,
astatine. Kemudian untuk reaksi
dehidrogenasi merupakan reaksi balik atau pelepasan hidrogen dari
sebuah molekul. Reaksi dehidrogenasi ini adalah tahap kedua dari reaksi
halogenasi. Kedua reaksi ini lah yang
dapat membentuk ikatan rangkap 2 asam lemak tak jenuh menjadi rangkap 3.
Reaksinya sebagai berikut :
Pada
reaksi pembentukan ikatan rangkap 2 asam lemak tak jenuh menjadi rangkap 3
mengguanak asam oleat (oleic acid) yang di reaksikan tahap pertama dengan
menggunakan reaksi halogenasi.
Dengan reaksi sebagai berikut
:
Pada
reaksi halogenasi di atas asam oleic (acid oleic) direaksikan dengan senyawa
halogen yaitu Br2. Dimana pada ikatan Br2 (Br – Br ) akan
menyerang atom C. Atom C ini diserang oleh Br ,karena pada Br ini bersifat
lebih nukleofilik dengan demikian atom H
akan tergantikan (mengalami reaksi subtitusi). Setelah atom H ini terlepas dari
atom C yang berada di sebelah kanan , atom H langsung berikatan dengan Br yang
berada di sebelah kiri dengan bermuatan (+)
yaitu Br(δ+) seperti yang di jelaskan gambar diatas
kemudian menghasilkan HBr yang berikatan pada ikatan rangkap pada asam lemak
tak jenuh yang berikatan pada ikatan
rangkap pada asam lemak tak jenuh (asam oleic).
Reaksi
selanjutnya atau tahap kedua yaitu reaksi dehidrogenasi. Reaksi dehidrogenasi merupakan reaksi balik
atau pelepasan hidrogen dari sebuah molekul.
Pada
reaksi diatas dapat di lihat tahap lanjutan dari reaksi sebelumnya. Asam lemak
tak jenuh di reaksi kan dengan NaOH. Dapat di lihat juga NaOH terbagi menjadi
Na+ dan OH -. Pada ion OH- bersifat basa ,
sehingga menarik ion H+ dan membentuk 1 molekul H2O.
Sedangkan pada atom C elektronya
menstabilkan dirinya dengan cara elektronya berpindah sehingga menghasilkan Br-
yang berikatan dengan atom C terputus dan gugus Br- nya berikatan
dengan Na+ dengan membentuk garam yaitu NaBr dengan begitu maka
terjadilah ikatan rangkap 3 pada antar atom karbon yang awalnya berikatan 2.
Dapat di lihat lebih jelas pada gambar di atas.
2. JELASKAN
BAGAIMANA PROSES PENCUCIAN DENGAN PELARUT ORGANIK BEBAS AIR!
JAWABAN :
Sabun adalah suatu gliserida (umumnya C16 dan C18
atau karboksilat suku rendah) yang merupakan hasil reaksi antara ester (suatu
derivat asam alkanoat yaitu reaksi antara asam karboksilat dengan alkanol yang
merupakan senyawa aromatik dan bermuatan netral) dengan hidroksil dengan
residu gliserol (1.2.3 – propanatriol). Sabun termasuk salah satu jenis
surfaktan yang terbuat dari minyak atau lemak alami.
Yakni senyawa yang dapat menurunkan tegangan permukaan air. Surfaktan mempunyai struktur
bipolar. Bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian ekor bersifat hidrofobik.
Karena sifat inilah sabun mampu mengangkat kotoran (biasanya lemak) dari badan
dan pakaian. Selain itu, pada larutan, surfaktan akan menggerombol membentuk
misel setelah melewati konsentrasi tertentu yang disebut Konsentrasi Kritik
Misel (KKM) .
Gambar
Surfaktan
Gambar surfaktan sabun
Mekanisme
proses pencucian dengan sabun, Sabun membersihkan dengan memodifikasi tegangan
permukaan air dan emulgator dan suspensi kotoran. Ketika dibilas, 2 ujung dari
sabun yang memiliki polaritas berbeda dimana rantai karbon panjang nonpolar
yaitu hidrofobik, sedangkan garam karboksilationik yaitu hidrofilik (polar).
Ketika sabun digunakan membersihkan lemak atau kotoran, ujung nonpolar dari
sabunakan melarutkan lemak non polardan minyak yang bersama kotoran. Ujung
sabun yang hidrofilik dari molekul sabun yang panjangnya dimana mereka dapat
larut dalam air. Molekul sabun melapisi minyak atau lemak,membentuk
gerombolan/gugus yang disebut misel.
Gambar
Misel
Keterangan
:
Gambar
(a) = ujung hidrofobik melarutkan lemak (non polar)
Gambar
(b) = ujung hidrofilik larut dalam air (polar)
Karena air bersifat polar dan
terdapat ion H+ dan – OH. Mernurut pendapat saya pelarut
yang dapat menggatikan air sebagai pelarut saat proses pencucian adalah pelarut
organic. Pelarut organiknya dapat dicontohkan yaitu aseton (CH3COCH3) . Dapat digunakan karena
polaritas aseton yang menengah, aseton melarutkan berbagai macam senyawa dan
juga asam format (H-CO-OH) yang memiliki kepolaran hampir mirip serta
strukturnya dengan air dan sifatnya menyerupai air. Sehingga kedua senyawa ini
dapat berinteraksi dengan sabun dan membawa kotoran yang mengandung sifat polar.
3.
BAGAIMANA CARA
BEKERJA INDRA PENGECAP SEHINGGA MENIMBULKAN CITA RASA MANIS CONTOH FRUKTOSA!
JAWABAN
:
Indra
pengecap merupakan salah satu fungsi dari lidah. Lidah terdiri dari beberapa
bagian dapat dilihat pada gambar berikut :
Lidah
memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila.
Terdapat tiga jenis papila yaitu:
·
Papila
filiformis (fili=benang); berbentuk seperti benang halus dan berada di dorsum
linguae
·
Papila
sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk bulat, tersusun seperti huruf v di
belakang lidah;
·
Papila
fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti jamur. Berada di depan lidah
(apex linguae
Pada
gambar di atas dapat dilihat pada bagian ujung lidah berfungsi sebagai pengecap
rasa manis. Bagian belakang bertugas mengenali rasa
asin. Sedangkan, bagian pinggir dan bawah lidah berfungsi mengenali rasa asam
dan pahit. Keempat rasa itu muncul karena adanya kandungan bahan kimia
dalam minuman dan makanan yang kita makan atau masuk melalui rongga mulut. Agar
dapat dirasakan, zat kimia ini harus dalam bentuk cair. Makanan yang kering
kurang dapat dikenali rasanya dan baru dapat dirasakan jika makanan kering
tersebut sudah bercampur dengan ludah. Jadi, jika mengulum permen, maka ujung
lidahlah yang bekerja.
Sedangkan, jika memakan cuka , rasa itu akan dikenali oleh bagian belakang
lidah. Rasa jeruk yang masam akan dikenali oleh bagian pinggir dan rasa obat
akan dikenali oleh bagian bawah lidah.
Fruktosa
merupakan salah satu komponen penyusun sukrosa. Fruktosa susunan paling
sederhana dalam karbohidrat. Sejenis gula yang terdapat pada madu dan
buah-buahan. Fruktosa adalah bentuk isomer glukosa. Fruktosa mempunyai rumus
kimia yang sama dengan glukosa, CH2O, namun memiliki struktur yang berbeda.
Susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga
menimbulkan rasa manis. Di dalam tubuh, fruktosa meupakan hasil pemecahan dari
sukrosa.
Cara
Kerja Lidah Menimbulkan Rasa Manis Dari Fruktosa
Fruktosa
merupakan glukosa juga dan bersifat manis (gula buah) maka akan terikat oleh G
protein–coupled receptors (GPCRs), yang disebut T1R (Reseptor manis) dan
selanjutnya protein G akan mentranduksi
sinyal menuju IP3 dengan begitu akan meningkatkan ion Ca2+.
Peningkatan kandungan ion Ca2+ intraseluler menyebabkan
terjadinya dua hal dalam sel-sel pengecap. Pertama yaitu pembukaan kanal kation
selektif pengecapan (TPRM5) di membran plasma. Kedua yaitu pembukaan gap
junction hemichannel. Pada saat kanal ion TPRM5 ini terbuka. Ion Na+
yang berada di luar sel, konsentrasinya lebih tinggi dibanding intraseluler
akan berdifusi masuk melalui kanal ion TPRM5 tersebut. Hal ini menyebabkan
terjadinya depolarisasi tegangan potensial membran sel. Depolarisasi tersebut
dengan adanya peningkatan kadar ion Ca2+ intraseluler menyebabkan
terbukanya gap junction hemichannel. Terbukanya hemichannel tersebut
menyebabkan berbagai molekul seperti ATP , transmitter taste bud dan
molekul-molekul lain terdifusi keluar sel.
Aktivasi
TPRM5 dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan temperatur. Pada temperatur
yang lebih tinggi, meningkatnya aktivitas TPRM5 dapat pula meningkatkan
intensitas rasa manis yang dapat dikecap oleh lidah dan jumlah fruktosa yang
diikat akan menjadi lebih banyak dengan demikian akan menghasilkan rasa manis.
4.
JELASKAN HUBUNGAN
HORMON OKSITOSIN DENGAN SINYAL GELOMBANG ALPA DAN TETA YG DI KELUARKAN OLEH
OTAK!
JAWABAN
:
·
Hormon
Oksitosin diproduksi di hipotalamus, jauh di dalam otak kita, dan disimpan di
hipofisis posterior, sang kelenjar utama, dan akan disekresikan secara
pulsatil. Oksitosin disekresi dalam jumlah besar saat hamil, berfungsi untuk
meningkatkan penyerapan nutrisi, mengurangi stres, dan menghemat energi dengan
membuat ibu hamil lebih mudah mengantuk. Oksitosin juga menyebabkan
rahim berkontraksi berirama. Kadar hormon oksitosin mencapai puncaknya saat
persalinan dengan adanya stimulasi dari reseptor vagina akibat adanya
peregangan saat bayi melewati vagina. Setelah plasenta dilahirkan, kadar hormon
ini menurun secara bertahap. Karena fungsi oksitosin dalam persalinan itu
sendiri antara lain:
-
Merangsang dan Meningkatkan kontraksi
-
Mencegah perdarahan
-
Meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayinya
·
Gelombang
alfa memiliki frekuensi gelombang yang lebih lambat dibandingkan beta, yaitu
8-12 Hz. Pada kondisi alfa berarti seseorang berada pada kondisi santai atau
rileks. Pada kondisi ini pula seseorang bisa lebih dapat merasakan sensasi
dengan lima indera dan apa yang terjadi atau dilihat dalam pikirannya. Kondisi
alfa ini dikenal juga sebagai “gerbang” bawah sadar. Karena ia menjadi
penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar. Gelombang alfa biasa juga
dihasilkan ketika seseorang bermeditasi ringan.
·
Gelombang
theta mempunyai frekuensi gelombang sebesar 4-8 Hz. Gelombang ini dihasilkan
oleh pikiran bawah sadar. Gelombang theta muncul ketika seseorang dalam keadaan
tidur ringan atau sangat mengantuk. Gelombang theta ini juga diduga berhubungan
dengan mekanisme pelepasan stres dan proses mengingat kembali. Dalam keadaan
ini diibaratkan otak sedang mereplay semua aktivitas yang dilakukan seharian
penuh, menata ulang ingatan sekaligus menempatkannya ke gudang penyimpanan.
Karena itulah dikatakan bahwa tidur adalah satu langkah penting yang dianjurkan
sebagai rangkaian proses mengingat yang lebih baik.
Hubungan
Hormone Oksitosin Dengan Gelombang Alpha
Dan Teta Di Otak
Menurut
saya hubungannya di tinjau dulu dari hormone oksitosin, Hormone ini akan mengantarkan pesan / sinyal
ke otak melalui Neurotransmiter. Dimana Neurotransmiter adalah senyawa organik
endogenus membawa sinyal di antara neuron.
Neurotransmiter terbungkus oleh vesikel
sinapsis,
sebelum dilepaskan bertepatan dengan datangnya potensial
aksi. Sehingga
neuron pada otak berinteraksi menghasilkan gelombang listrik yang berupa
gelombang otak alfa dan gelombang otak theta.
Dapat
di contohkan hubungannya pada saat seorang ibu sudah melahirkan dan sebelum
melahirkan pasti akan mengalami rasa cemas dan stres yang begitu tinggi, untuk
menghilangkan rasa cemas dan strees tersebut dengan menggunakan fungsi hormon
oksitosin. Bahwa fungsi hormone oksitosin yaitu sebagai neurotrasnmiter. Bagian
yang menghubungkan satu neuron(sel saraf) dengan neuron yang lain disebut
sinapsis. Sinapsis ini terdiri dari 2 bagian, yaitu presinapsis dan post
sinapsis. Neurotransmitter adalah suatu zat kimia yang dilepaskan oleh bagian
presinaps ke bagian post sinaps untuk menghantarkan impuls dari satu neuron
(sel saraf) ke neuron yang lain. Neurotransmitter berhubungan dengan alpha dan
tetha sehingga oksitosin berhubungan dengan alpha dan tetha. Neurotransmitter
membawa membawa gelombang alpha dan tetha dimana fungsi dari alpha yaitu agar
ketika proses persalinan tetap merasakan sehat dan segar sehingga ibu yang
melahirkan akan tetap baik sedangkan tetha memiliki fungsi agar seorang ibu yang
melahirkan mengalami mimpi secara sadar.
5.
JELASKAN BAGAIMAN
SIFAT BASA DAPAT DI HASILKAN GUGUS OH PADA SAKARIDA! KAITKAN DENGAN KONSEP ASAM
BASA!
JAWABAN
:
Karbohidrat
atau sakarida merupakan salah satu dari tiga bahan makanan pokok manusia dan
hewan disamping lemak dan protein. Karbohidrat terdapat dalam jumlah cukup
besar didalam tumbuh-tumbuhan, terutama pada bagian-bagian yang keras seperti
biji, ubi, dan kulit.
Dalam
tubuh manusia dan hewan, senyawa ini merupakan cabang energi dan tersimpan
didalam sel sebagai glikogen.
Karbohidrat sebenarnya bukan nama umum senyawa kimia yang secara kimia
berupa bentuk hidrat dari karbon dan secara empiris mempunyai rumus Cn(H2O)n.
Termasuk dalam kelompok senyawa ini misalnya glukosa C6H12O6
dan sukrosa C11H22O11. Dan dari rumus yang
tertera Pada senyawa ini terdapat gugus fungsi yaitu gugus –OH,
gugus aldehid atau gugus keton.
Berdasarkan
litelatur sakarida atau karbohidrat bisa dihasilkan sifat basa pada gugus –OH
karena menurut teori asam basa modern oleh arhenius. Arheniuns mengatakan bahwa
dari karakterik Basa adalah zat yang apabila dilarutkan dalam air dapat
menghasilkan ion OH-. Akibat kelebihan ion OH- maka air yang sudah
ditambahkan zat basa disebut sebagai larutan basa.
Pada gambar
dibawah ini dapat kita lihat struktur karbohidrat yang memiliki gugus OH :
Dapat
dilihat dari gambar bahwa karbohidrat ( digambar ini glukosa) memiliki gugus OH
yang banyak sehingga dapat dikatakan dapat bersifat basa.
Dapat di
contohkan : Pada saat seseorang penderita maag dianjurkan memakan makanan yang
berkarbohidrat. Ini di karekan karbohidrat memiliki sifat basa yaitu mampu
menetralkan asam pada lambung.
Pada
reaksi di atas Fruktosa memiliki OH- yang bersifat basa dan menarik H+ pada
glukosa, bisa kita lihat pada C yang pertama. Dan apabila glukosa dan
fruktosa ini bergabung akan membentuk sukrosa + air. Kita dapat melihat bahwa
sifat basa pada salah satu jenis dari karbohidrat yaitu sukrosa terdapat pada
kandungan fruktosa di dalamnya. Fruktosa tersebut memiliki gugus OH- yang
bersifat basa dan dapat menarik asam (gugus H+ ) pada glukosa. Reaksi ini biasa
ditemukan pada teori bronsted lowry dimana ketika sebuah senyawa yang
berperilaku seperti asam mendonorkan proton, haruslah terdapat basa yang
menerima proton tersebut. Basa konjugat adalah ion atau molekul yang dihasilkan
setelah asam kehilangan protonnya, sedangkan asam konjugat adalah spesi yang
dihasilkan ketika basa menerima proton. Reaksi ini bersifat reversibel dan
dapat berjalan terbalik maupun ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar